Maraknya peredaran narkoba dimedan

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara  kembalimelakukan razia kos-kosan di Medan. Sekitar 12 orang diamankan dari Tiga lokasi yang berbeda.

Razia itu dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis Dua lokasi kos-kosan yang dirazia itu berada di kawasan Jalan Ayahanda, Medan dan Jalan Pabrik Tenun, Medan.

Silakan di klik disini( banyak bonus yang sedang menanti anda )
Mulanya, petugas melakukan razia kos-kosan di kawasan Jalan Ayahanda, Medan. Dari situ, 11 orang dinyatakan positif narkoba setelah dites urine. Mereka dibawa ke kantor BNN Provinsi Sumut.

Setelah itu, petugas lainnya bergegas melakukan razia kos-kosan di kawasan Jalan Pabrik Tenun, Medan. Kos-kosan itu berada di lantai 2 dalam sebuah ruko yang terdiri dari beberapa kamar.

Di situ, petugas melakukan pendataan kartu tanda penduduk (KTP) terhadap penghuni kos. Puluhan penghuni kos pun diarahkan untuk melakuan tes urine. Bagi positif narkoba, ditandai dengan kain merah yang dipasang di tangan, sedangkan yang negatif narkoba menggunakan kain hijau.

“Rencananya, mereka akan diperiksa dulu. Kita lihat tingkat kecanduannya, kalau tinggi akan kita rawat inap, apabila rendah akan wajib lapor

Selain melakukan razia kos-kosan, BNN Provinsi Sumut juga akan terus melakukan razia ke tempat hiburan malam. “Kita akan rutin melakukan razia ini,” tandas Sinuhaji.

Advertisements

Melihat suburnya pelacuran & tiga tokoh dunia malam di Batam

Matahari baru saja tenggelam di Pulau Batam. Namun, ini bukanlah akhir hiruk-pikuk kehidupan di pulau yang langsung berbatasan dengan Singapura tersebut. Kegelapan malah menjadi awal mengais rezeki bagi ‘kupu-kupu malam’ di Batam. Silakan di clik disini, banyak promo yang sedang menanti anda
20-02-16_04.23.027679
Kehidupan malam terasa eksotis di pulau ini. Nampak lampu warna warni berkelap-kelip di beberapa bangunan berwarna cerah dengan plang bertuliskan massages, pub, dan karaoke. Ketiga tempat itu dihuni bidadari berbedak tebal dengan baju mini sembari menghisap sebatang rokok mentol di bibir merahnya.

Sebut saja Boyke, salah satu penjaga hotel C mengungkapkan Distrik Nagoya merupakan salah satu tempat hiburan di Batam yang masyhur akan dunia malam. Tergantung fulus yang kita miliki, ada kualitas kelas atas dan kelas menegah tersedia lengkap di sana.
21-02-16_14.09.263764
“Kalau yang di pinggir hotel berdiri itu Rp 400 ribu buat short time. Itu nggak bisa ditawar-tawar lagi, sudah segitu pas,” kata Boyke yang mengaku pernah mencoba jasa wanita penghibur itu satu bulan lalu.

Lelaki asal Jawa Barat yang sudah 5 tahun bekerja di Batam ini merinci tarif wanita penghibur di Batam. Mereka tak bisa menikmati semua hasil dari peluh keringatnya. Pendapatan perempuan-wanita penghibur setelah melayani nafsu lelaki nakal harus dibagi-bagi dengan beberapa aktor dunia malam yang turut membantu praktik prostitusi itu.

“Tarif Rp 400 ribu itu masih dibagi-bagi setelah dibayar tamunya. Rp 200 ribu buat dia, lalu Rp 100 ribu buat tukang ojek dan Rp 100 ribu buat biaya hotel,” ujar dia sembari meneguk segelas kopi hitam.

Boyke tak bisa memastikan kapan kerjasama antar wanita penghibur, tukang ojek, dan pemilik penginapan berawal. Nampaknya, mereka secara alami membutuhkan dan menggantungkan satu sama lain dalam usaha meraup rezeki dari dompet lelaki hidung belang.

“Waduh nggak tahu kapan awalnya, saya di sini baru 5 tahun sudah kayak gini. Kayaknya sama-sama untung jadi terus lanjut kerjasama,” tutur dia.

Lanjut Boyke, puluhan tukang ojek yang tiap hari mangkal di depan hotel awalnya pernah memakai jasa wanita penghibur. Lalu mereka bertukar nomor handphone dan berlanjut menawarkan ke sesama pengojek atau wisatawan yang datang ke Batam.

“Kemungkinan tukang ojek itu pernah pakai (wanita penghibur). Terus minta nomer hape dan dibilang ke temen-temennya atau ke penumpangnya,” pungkas dia sambil memperlihatkan beberapa nomor wanita penghibur yang dikoleksinya.